Kamis, 24 Maret 2011

understanding python


Python adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang bersifat interpreter, interaktif, object-oriented dan dapat beroperasi di hampir semua platform, seperti keluarga UNIX, Mac, Windows, OS/2, ataupun yang lain. Sebagai bahasa tingkat tinggi, Python termasuk salah satu bahasa pemrograman yang mudah untuk dipelajari karena syntax yang jelas dan elegan, dikombinasikan dengan penggunaan module-module siap pakai dan struktur data tingkat tinggi yang efisien.
Nama Python berasal dari salah satu acara komedi tahun 70-an yang disiarkan oleh BBC. Menurut pembuat bahasa Python, Guido van Rossum (http://www.python.org/~guido/), nama Python dipakai untuk memberikan suatu nama yang unik, pendek, dan sedikit misterius. Oleh karena itu Python sama sekali tidak berhubungan dengan salah satu reptil buas.
Python dapat kita gunakan untuk pemrograman yang memerlukan dinamisme tinggi, waktu pengembangan yang cepat, aplikasi skala besar yang memerlukan orientasi objek, dan juga fleksibilitas yang tinggi. Python bisa digunakan untuk membuat banyak aplikasi, mulai dari aplikasi perkantoran, aplikasi web, simulasi yang memerlukan perhitungan tingkat tinggi,administrasi sistem operasi, dan sebagainya.
Berikut beberapa fungsi yang berguna pada modus interaktif ini adalah :
  • help()
    Berguna untuk kita yang ingin mendapatkan penjelasan tentang Python, baik itu perintah, module ataupun yang lainnya
  • copyright()
    Berguna untuk melihat hal-hal seputar hak cipta
  • credits()
    Berguna untuk melihat hal-hal seputar pembuat Python
  • license()
    Berguna untuk melihat hal-hal seputar lisensi
  • dir([object])
    Berguna untuk mengembalikan/menampilkan list yang berisi atribut-atribut objek yang diberikan.
    • Tanpa parameter
      akan mengembalikan nama-nama di dalam scope aktif
    • Module
      akan mengembalikan attribut module
    • Type atau class
      akan mengembalikan atribut-attributnya dan secara rekursif akan mengembalikan attribut-attribut orang tuanya
      Python menyediakan perintah -perintah built-in.
dir(__builtins__)
beberapa fungsi lain seperti len(), max(), min() dan open() mungkin akan sangat berguna bagi kita.
del()
berguna untuk menghapus suatu object dari memori
Untuk keluar dari interpreter Python, tekan tombol CTRL+D atau ketikkan exit() pada modus interaktif.
Reserved-word
adalah kata-kata yang dipakai oleh Python dengan makna khusus, kata-kata ini tidak dapat kita ubah maknanya.
and               def
if                not
assert             elif
import             or
break             else
in                  pass
class              except
is                print
continue           raise
lambda             return
for                try
from              while
global
Variabel
untuk yang satu ini pasti familiar. Variabel adalah suatu nama yang digunakan untuk menyimpan nilai, dan nilai yang ada di dalamnya bisa diubah. Variabel pada Python tidak perlu dideklarasikan. Pada bahasa seperti C, pendeklarasian digunakan untuk menentukan tipe data yang hendak disimpan kedalam variabel.
Tipe Data
tipe data pada Python dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1.Tipe data yang tidak bisa diubah (immutable),contohnya adalah string dan bilangan.
Bilangan:
bilangan bulat = -5, 45, dll
bilangan bulat panjang = 3L, 2L (akhiran L menyatakan bilangan bulat yang tidak terbatas)
bilangan titik mengambang = 7.3, 3.5e+8, -34.8, 3.2e-3 (e merupakan notasi sains, 3.5e+8 artinya 3.5 x 10 pangkat +8, 3.2e-3 artinya 3.2 x 10 pangkat -3)
bilangan hexa = 0×83, 0xA (0-f)
bilangan oktal = 017 (0-7)
bilangan kompleks = 2+3J, 10-5j (j atau J merupakan notasi imajiner)
String:
string adalah deretan karakter (dapat berupa huruf, digit atau simbol) berikut contoh penulisan string pada Python:
‘Python’ <- menggunakan petik tunggal untuk mengapit string (benar)
“Python” <- menggunakan petik ganda untuk mengapit string (benar)
‘Python” <- menggunakan petik tunggal dan ganda untuk mengapit string (salah)
‘ “Python” ‘ <- menggunakan petik tunggal dan ganda untuk mengapit string (benar. jika ditampilkan ke output maka akan menghasilkan “Python”, bukan Python)
contoh pemanggilan String menggunakan indeks (menggunakan modus interaktif):
>>> a = "Python"
>>> a[0]
'P'
>>> a[3]
'h'
>>> a[-1]
'n'
>>> a[-3]
'h'
>>> a[0:-2]
'Pyth'
>>> a[2:]
'thon'
indeks -1 pada string menyatakan posisi paling kanan, indeks -3 menyatakan posisi ketiga dari yang paling kanan
2.Tipe data yang bisa diubah (mutable), contohnya yaitu list dan dictionary
List:
list merupakan suatu bentuk struktur data yang bisa mengandung sejumlah elemen dengan tipe yang berbeda-beda dan memungkinkan penambahan atau pengurangan elemen-elemennya, list ditulis dalam tanda kurung siku ([]) dan antara elemen didalamnya ditulis pemisah berupa koma, contoh:
[1,3,5,7,9]
elemen didalam list dapat diakses menggunakan indeks, contoh:
>>> a = [1,3,5,7,9]
>>> a[0]
1
>>> a[3]
7
>>>

mengubah data pada list, contoh:
>>> daftar = ["A","b","C","d"]
>>> daftar[2] = "zzz"
>>> daftar
["A","b","zzz","d"]
untuk mengetahui jumlah elemen di dalam list kita dapat menggunakan fungsi len(), contoh:
>>> d = [1,2,3,4,5,7]
>>> len(d)
6
>>> d = [1,"A",["X","Y"]]
>>> len(d)
3
>>>
untuk menghapus elemen dalam list kita bisa menggunakan fungsi del(), contoh:
>>> d = [4,5,6,7,8]
>>> del(d[2])
>>> d
[4,5,7,8]
untuk menambah elemen dalam list kita bisa menggunakan fungsi append(), contoh:>>> d = [9,8,7,6]
>>> d.append(7)
>>> d
[9,8,7,6,7]
>>>
metode lain yang dapat beroperasi dalam struktur data list adalah sbb:
count(x)            menghitung frekuensi x pada list
extend(l)           menambahkan elemen-elemen dalam list l ke akhir list
index(x)            memperoleh index dari nilai x yang pertama kali dijumpai pada list
pop([i])            menghapus elemen yang terletak pada index i, dan memberikan nilai balik berupa nilai elemen
tersebut.Jika tidak ada argumen, elemen yang dihapus adalah elemen yang paling belakang
remove(x)           menghapus elemen x yang dijumpai pertama kali pada list
reverse()           membalikkan urutan list
sort([f])           mengurutkan elemen-elemen dalam list. Jika fungsi f disertakan, pengurutan akan dilakukan
dengan menggunakan fungsi tersebut
mengenal fungsi lain yang dapat beroperasi dalam struktur list:
range(), berguna untuk membentuk list dengan elemen bertipe integer yang bersifat urut dari suatu nilai ke suatu nilai. contoh:
>>> r = range(3,8)
>>> r
[3,4,5,6,7]
>>> r = range(8)
>>> r
[0,1,2,3,4,5,6,7]
>>> r = range(1,11,2)
>>> r
[1,3,5,7,9]
>>> r = range(10,1,-1)
>>> r
[10,9,8,7,6,5,4,3,2]
>>>
xrange(), berguna seperti range(). Namun fungsi ini hanya ditujukan untuk digunakan pada pernyataan for (tidak bermanfaat kalau digunakan diluar for), contoh:
>>> x = xrange(1,10,2)
>>> for bil in x:
... print bil
...
1
3
5
7
9
>>>
filter(), berguna untuk memfilter suatu list melalui suatu fungsi yang digunakan untuk memfilter list, contoh:
>>> def f(x):
... return x % 2 != 0
...
>>> filter(f, range(1,10))
[1,3,5,7,9]
>>>
Dictionary:
(kamus) berfungsi seperti layaknya kamus. Di dalam kamus kita mencari suatu arti berdasarkan kata kunci. Di dalam dictionary kita juga menggunakan kunci untuk mendapatkan suatu nilai.
Format dictionary:
variabel = {kunci: nilai, kunci: nilai, ...}
contoh dictionary:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya
{'arab',: 'ana', 'jawa': 'kulo'}
>>>

memperoleh nilai melalui kunci:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya['jawa']
'kulo'
>>> saya['jerman']
Traceback (most recent call last):
File "", line 1, in ?
KeyError: 'jerman'
>>>
mengetahui jumlah kunci kita bisa menggunakan len(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> len(saya)
2
>>>
untuk memperoleh daftar kunci kita bisa menggunakan metoda keys(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.keys()
['arab', 'jawa']
>>>

untuk memperoleh daftar nilai kita bisa menggunakan metoda values(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.values()
['ana', 'kulo']
>>>
untuk memperoleh pasangan kunci dan nilai kita bisa menggunakan metoda items(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.items()
[('arab', 'ana'), ('jawa', 'kulo')]
>>>
untuk memeriksa keberadaan suatu kunci kita bisa menggunakan fungsi has_key(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.has_key('jepang')
False
>>> saya.has_key('arab')
True
>>>
cara lain memperoleh nilai melalui fungsi get(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.get('jepang')
>>> saya.get('arab')
'ana'
>>>
mengubah data menggunakan fungsi update(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.update({"jawa":"aku:})
>>> saya
{'arab': 'ana', 'jawa': 'aku'}
>>>
menambah data menggunakan fungsi update(), contoh:
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.update({"jerman":"ich:})
>>> saya
{'arab': 'ana', 'jawa': 'kulo', 'jerman': 'ich'}
>>>
menyalin dictionary dengan menggunakan fungsi copy(), perhatikan 2 contoh dibawah ini:
x = saya
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> x = saya
>>> saya["jerman"] = "ich"
>>> saya
{'arab': 'ana', 'jawa': 'kulo', 'jerman': 'ich'}
>>> x
{'arab': 'ana', 'jawa': 'kulo', 'jerman': 'ich'}
>>>

>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> x = saya.copy()
>>> saya["jerman"] = "ich"
>>> saya
{'arab': 'ana', 'jawa': 'kulo', 'jerman': 'ich'}
>>> x
{'arab': 'ana', 'jawa': 'kulo'}
>>>
menghapus data dengan del()
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> del(saya['arab'])
>>> saya
{'jawa': 'kulo'}
>>>
menghapus semua data dengan clear()
>>> saya = {"arab": "ana", "jawa": "kulo"}
>>> saya.clear()
>>> saya
{}
>>>
menghapus dengan menggunakan popitem()
>>> kamus = {2:"dua", 3:"tiga", 1:"satu"}
>>> kamus
{1: 'satu', 2: 'dua', 3: 'tiga'}
>>> kamus.popitem()
(1, 'satu')
>>> kamus
{2: 'dua', 3: 'tiga'}
>>>
metoda popitem() ini berguna untuk menghapus sebuah pasangan kunci dan nilai dalam dictionary. Yang dihapus adalah pasangan kunci dan nilai pertama yang disusun secara internal oleh dictionary. Dalam hal ini metoda ini mengembalikan pasangan kunci dan nilai yang dihapus dalam bentuk tuple.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar